Way to be Happy

Aku ini Relatif, relatif Galau dan panjang umur

  • 18th August
    2012
  • 18

Pembunuh Cantik di Pesawat

Apa yang kamu rasakan, jika nyawa berada di ujung tanduk?

Jika kita naik kapal laut, mesin mati masih bisa terombang-ambing dilautan, jika naik kereta api, ya palingan ngetem di stasiun (Lempuyangan). Nah jika naik pesawat dan ada  gangguan di udara, mau apa nasib apa berhenti ka nada gravitasi atau pake gas helium atau berdoa saja dengan pasrah.

Iya, perjalanan pulangku pada menit ke-45an ditandai dengan turbulensi pesawat, pesawat seperti terbang dan melewati polisi tidur.  Disaat seperti itu, secara manusiawi aku menengok ke kanan arah jam 0300, Ya Ampyun, seorang wanita dengan asynya mendengarkan music dari hape BlackBerrynya, dan tangan satunya sedang memegang hape nokia seri N,  asik smsan (mungkin).

Wanita itu duduk di kursi 18F, Penerbangan nomor JT670 tanggl 17 Agustus 2012.

Ingin mengingatkan tapi pramugara yang lewat dan melihat hanya diam saja. Waw„ aku bingung. Padahal dia telah melanggar peraturan.  Atau dia itu sebenarnya difabel, tidak bisa baca tulis. Cantik sih, tapi engga bisa membaca, lalalala (dengan logat iklan chungkybear, banyak sih, tapi rela dibagi2).

Ini sama seperti cerita mahasiwa Teknik Penerbangan ITB yang brsekiras dengan seorang bapak-bapak karena menyalaka handphne, namun yang tua berkuasa saat itu. Malah yang nasehatin di marahin tak bersua. Urgh, Bayangkan, anak penerbangan aja dilecehkan. Nanana, gelap!

Jika seperti ini, ketika manusia tidak peduli dengan keselematan orang disekelilingnya, maka pastilah dia kehilangan cinta. Karena pasti telah kehilangan orang yang dicintainya, atau malah dia harus dilenyapkan saja. Oh wanita pembunuh, untung saja selamat. Jika tidak dan aku masih diberi waktu, maka akan aku lempar kamu ke ujung dunia, hypothermia di kutub utara, hilang di kawah Merapi, dan jangan kembali.hahahaha.

*Ah, hanya sebuah cerita.

  1. ichantube posted this